Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kenaikan CD4 pada Pasien HIV yang Mendapat Highly Active Antiretroviral Therapy dalam 6 bulan Pertama

Indria Yogani, Teguh Harjono Karyadi, Anna Uyainah, Sukamto Koesnoe

Abstract

Pendahuluan. HIV adalah infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan CD4 sebagai sel targetnya. Ditemukannya Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART) diharapkan mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas HIV. Namun, kenaikan CD4 tidak sama untuk setiap pasien serta terdapat faktor lain yang berhubungan dengan kenaikan CD4 pada pasien HIV.

Metode. Studi kohort retrospektif dilakukan pada pasien HIV rawat jalan di Unit Pelayanan Terpadu HIV Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta selama Mei- Juni 2014.. Data penelitian didapatkan dari rekam medis selama Januari 2004-Desember 2013. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji Mann Whitney, uji Chi Square atau Fisher serta analisis multivariat dengan teknik regresi logistik.

Hasil. Sebanyak 818 subjek diikutsertakan pada penelitian ini. Sebanyak 368 (45%) subjek tidak mengalami kenaikan CD4 seperti yang diharapkan. Median CD4 awal sebelum terapi 56 sel/mm3 dan setelah 6 bulan terapi 130 sel/mm3. Terdapat hubungan yang bermakna antara jumlah CD4 awal, infeksi tuberkulosis dan tingkat kepatuhan dengan kenaikan CD4 dengan nilai p masing-masing <0,001, 0,010 dan <0,001. Hasil analisis multivariat didapatkan bahwa jumlah CD4 awal (p<0,001; OR: 0,996; IK 95% 0,995-0,998), tidak patuh minum obat (p<0,001; OR:2,907; IK 95%: 2,162-3,909), dan infeksi tuberkulosis (p=0,021; OR: 1,527; IK 95%: 1,065-2,190) berhubungan dengan kenaikan CD4 pada pasien HIV yang mendapat HAART.

Simpulan. Jumlah CD4 awal, kepatuhan minum obat, dan infeksi tuberkulosis mempengaruhi kenaikan CD4 pada pasien HIV yang mendapat Highly Active Antiretroviral Therapy setelah 6 bulan pertama.

Keywords

CD4 awal, HAART, HIV, Kenaikan CD4, Kepatuhan minum obat

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.