Gambaran Klinis dan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir yang Menjalani Hemodialisis Dua Kali Dibandingkan Tiga Kali Seminggu

Fitri Imelda, Endang Susalit, Maruhum Bonar M Marbun, Cleopas Martin Rumende

Abstract

Pendahuluan. National Kidney Foundation Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (NFK-KDOQI) merekomendasikan hemodialisis (HD) tiga kali seminggu. Namun demikian, di Indonesia, pasien yang menjalani hemodialisis dua kali seminggu lebih banyak dibandingkan dengan tiga kali seminggu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran klinis dan kualitas hidup pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) yang menjalani hemodialisis dua kali seminggu.

Metode. Penelitian ini merupakan studi potong lintang pada pasien PGTA yang menjalani HD dua dan tiga kali seminggu di RS Cipto Mangunkusumo dan beberapa RS swasta di Jakarta pada Agustus sampai dengan November 2015. Pada subjek dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium dan penilaian kualitas hidup dengan menggunakan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-SF 36).

Hasil. Didapatkan total 80 subjek yang memenuhi kriteria penelitian yang terdiri dari lebih banyak pasien berjenis kelamin laki-laki dan kelompok usia >50 tahun. Didapatkan gambaran klinis yang lebih tinggi pada kelompok HD dua kali dibandingkan tiga kali seminggu dan bermakna secara statistik, yaitu: 1) Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan rerata 4,91% (SB 1,52) dan 3,82% (SB 1,28) (nilai p=0,002); 2) albumin dengan rerata 4,05 g/dl (SB 0,26) dan 3,86 g/dl (SB 0,48) (nilai p=0,027); 3) saturasi transferin 25,5% (rentang 12,0-274,0) dan 21,95% (rentang 5,8-84,2) (nilai p=0,004); dan 4) fosfat dengan rerata 5,82 mg/dl (SB 1,68) dan 5,82 mg/dl (SB 1,68) (nilai p=0,026). Sedangkan, Total Iron Binding Capacity (TIBC) ditemukan lebih tinggi pada kelompok HD tiga kali dibandingkan dua kali dengan nilai rerata masing-masing yaitu 235,20 μg/dl (SB 55,72) dan 273,73 μg/dl (SB 58,29) (nilai p=0,004). Sebanyak 68% pasien dari kelompok HD dua kali seminggu telah mencapai dosis dialisis (Kt/V) >1,8, sedangkan 93,3% dari kelompok HD tiga kali seminggu mencapai Kt/V >1,2. Kualitas hidup antara kedua kelompok tidak berbeda bermakna baik pada Physical Componet Score (PCS) p=0,227, Mental Component Score (MCS) p=0,247 dan Kidney Disease Component Score (KDCS) p=0,889.

Simpulan. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada gambaran klinis pasien HD yang meliputi pemeriksaan IDWG, albumin, saturasi transferin, dan kadar fosfat yang ditemukan lebih tinggi pada pasien HD dua kali seminggu. Sementara itu, kadar TIBC lebih tinggi pada kelompok HD tiga kali seminggu. Namun demikian, tidak ditemukan perbedaan kualitas hidup antara pasien HD dua kali seminggu dengan tiga kali seminggu.

Kata Kunci: frekuensi hemodialisis, kualitas hidup, PGTA

Clinical Features and Quality of Life in End Stage Renal Disease Patients Undergoing Hemodialysis Twice A Week Compared to Thrice A Week

Introduction. National Kidney Foundation Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (NFK-KDOQI) recommends thrice weekly hemodialysis (HD) However, in Indonesia, most patients are given HD twice a week. Therefore it is necessary to investigate the clinical features and quality of life in End Stage Renal Disease (ESRD) patients undergoing twice-weekly HD. This study aimed to identify the clinical features and the quality of life in ESRD patients undergoing hemodialysis twice a week.

Methods. A cross-sectional study was conducted in ESRD patients undergoing twice-weekly HD and thrice-weekly HD at Cipto Mangunkusumo Hospital and some private hospitals in Jakarta. Blood samples were obtained for laboratory examination. Meanwhile, quality of life were assessed by using Kidney Disease Quality of Life (KDQOL-SF 36).

Results. A total of 80 subjects were included in this study, most of them were male and over 50 years old. Some clinical features were significantly higher in twice-weekly HD patients compared to thrice-weekly HD patients. Those features were Interdialytic Weight Gain (IDWG) (mean 4.91% (SD 1.52) and 3.82% (SD 1.28); p= 0.002); albumin (mean 4.05 mg/dl (SD 0.26) and 3.86 mg/dl (SD 0.48); p= 0.027); transferrin saturation (median 25.5% (range 12.0 to 274.0) and 21.95% (5.8 to 84.2); p= 0.004); phosphate level (mean 5.82 mg/dl (SD 1.68) and 5.82 mg/dl (SD 1.68); p= 0.026. Meanwhile, Total Iron Binding Capacity (TIBC) was significantly higher in thrice-weekly HD patients (mean 235.20 μg/dl (SD 55.72) and 273.73 μg/dl (SD 58.29 SB); p= 0.004). Approximately, 68% of twice-weekly HD reached Kt/V >1.8 and 93.3% of thrice-weekly HD reached Kt/V >1.2. Quality of life between the two groups was not significant either on Physical Componet Score (PCS) (p= 0.227), Mental Component Score (MCS) (p= 0.247), and Kidney Disease Component Score (KDCS) (p= 0.889).

Conclusions. There are statistically significant differences between clinical features of twice-weekly HD and thrice-weekly HD on examination of IDWG, albumin, transferrin saturation, and phosphate levels which are higher in twice-weekly HD. Whereas, TIBC is higher in thrice-weekly HD group. Meanwhile, the patients quality of life in both groups showed no statistically significant differences.

Keywords

ESRD, hemodialysis frequency, quality of life

Refbacks

  • There are currently no refbacks.