Prevalensi Ketidakpatuhan Kunjungan Kontrol pada Pasien Hipertensi yang Berobat di Rumah Sakit Rujukan Primer dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi

Nikko Darnindro, Johannes Sarwono

Abstract

Pendahuluan. Berdasarkan WHO, hipertensi berkaitan dengan 7,5 juta kematian diseluruh dunia atau mencapai 12,8% dari total semua kematian. Sedangkan berdasarkan riskesdas 2013 di Indonesia hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama dengan prevalensi mencapai 26,5 %. Ketidakpatuhan merupakan penyebab utama kegagalan pengobatan hipertensi dan  faktor risiko munculnya komorbid kardiovaskular. Belum ditemukan penelitian sebelumnya yang meneliti kepatuhan kontrol pasien di komunitas suburban. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis besarnya prevalensi pasien yang tidak kontrol setelah pengobatan hipertensi.

Metode. penelitian ini merupakan studi retrospektif, melalui penelusuran rekam medis pada pasien yang berobat antara bulan Oktober – Desember 2015.

Hasil. Dari 80 pasien yang menjadi subyek penelitian, rerata usia pasien 57.5 ± 11 tahun, didominasi oleh pasien wanita (68,8%). Berdasarkan klasifikasi ESC 2013 prevalensi terbesar adalah hipertensi derajat 2 mencapai 40%. Komorbid terbanyak dijumpai adalah diabetes mellitus sebesar 22,5 %. Enam puluh persen pasien mendapatkan 1 jenis obat dan golongan Calcium Channel Blocker merupakan jenis obat yang tersering diberikan. Prevalensi pasien yang tidak kontrol mencapai 63,8 %. Dari analisa bivariate ditemukan hubungan bermakna antara kepatuhan kontrol dengan jumlah obat yang diberikan, makin sedikit obat yang dikonsumsi makin rendah kepatuhan kontrol meskipun dalam analisa multivariate tidak ditemukan kemaknaan.

Simpulan. Prevalensi ketidakpatuhan kontrol masih tinggi. Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor faktor lain yang menjadi penyebab.

Kata Kunci: Faktor berpengaruh, hipertensi, ketidakpatuhan kontrol

Prevalence of Noncompliance of Control visits in Hypertensive patients treated at Primary Referral Hospitals and Factors related

Introduction. According to WHO, hypertension is associated with 7.5 million deaths worldwide or 12.8% of all deaths. Meanwhile, based on 2013 riskesdas in Indonesia, hypertension is still a major health problem with a prevalence of 26.5%. Noncompliance is a major cause of treatment failure of hypertension and risk factors for cardiovascular comorbidity. No previous research has been found that examines patient control compliance in the suburban community. This study aims to analyse the prevalence of patients who did not control after hypertension treatment in primary referral hospitals

Methods. This study was a retrospective study, by tracking medical records in patients treated between October and December 2015.

Results. A total of 80 hypertensive patients participated in the study (55 were females). The mean age was 57.5 ± 11  years, and 22,5% had diabetes mellitus. Mean systolic pressure was 161± 19 mmHg, diastolic pressure was 96 ± 10 mmHg. The majority of the patients had 2nd degree hypertension according to ESC 2013. Sixty percent of patient was given monotherapy and the most frequently prescribed drugs were calcium channel blockers (CCB) (70.0%). The prevalence of loss-to-follow up patient was 63,8%% (51/80). Respondents with mono-therapy, without comorbidities, and admission from emergency department were more often loss-to-follow up than those with combination therapy (OR 10.3; 95%CI 3.5 – 30.1), with comorbidities (OR 4,3; 95%CI 1.6 – 11.4), and admission from outpatient clinic (OR 14.6; 95%CI 4.8 – 44.6). Although the comorbidities variable was not significant in multivariate analysis.

Conclusion. The prevalence of noncompliance of control is still high. Further research is needed to determine other factors that cause.

Keywords

factors, hypertension, non-compliance of control

Refbacks

  • There are currently no refbacks.